ANALISIS
KEBIJAKAN KESEHATAN
2H2
DI
KABUPATEN FLORES TIMUR

OLEH:
MARIA
VALENTINA J. MANUK
1507010012
2A
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2016
ABSTRAK
Program 2H2 atau 2 hari sebelum
perkiraan persalinan dan 2 hari sesudah ibu bersalin merupakan sebuah program
kesehatan di Kabupaten Flores Timur dimulai pada akhir tahun 2010 tepatnya pada
Bulan Oktober. Dalam proses penerapan program 2H2, pihak utama yang pertama
kali menjadi inisiator adalah kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur
yaitu Bapak dr. Yosep Usen Aman. Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya
angka kematian ibu dan anak. Program 2H2 bertujuan untuk menurunkan Angka
Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Flores Timur melalui meningkatkan cakupan
persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang memadai.
Program ini dilaksanakan melalui koordinasi
antara tim 2H2 dengan melibatkan informasi timbal balik antara Dinas Kesehatan,
Camat, Kepala Puskesmas, Bikor (Bidan Koordinator) sampai ke tingkat desa.Sejak
program 2H2 diterapkan, terlihat kemajuan nyata. Di tahun 2009, terdapat 14
kasus kematian ibu melahirkan. Angka itu mengalami penurunan signifikan dua
tahun setelah adanya 2H2 Center yakni 10 kasus di tahun 2010 dan 6 kasus di
tahun 2011.
Secara
garis besar penyelenggaraan program 2H2 mencakup beberapa aktivitas.
Pertama, mempersiapkan sarana kesehatan yang dipergunakan
dalam gerakan 2H2. Dilakukan melalui kerjasama dengan rumah sakit atau
puskesmas terdekat untuk rujukan ibu hamil yang akan melahirkan. Kedua,
melakukan pemantauan kondisi ibu hamil 2 hari sebelum waktu tafsiran partus dan
2 hari sesudah persalinan. Ketiga, komunikasi untuk pemantauan dilakukan
melalui jaringan telepon selular. Keempat, memfungsikan jaringan
komunikasi untuk pemantauan dan penyediaan transportasi (2H2 Center, RSUD, dan
masyarakat). Kelima, membantu merujuk ibu hamil menuju sarana kesehatan.
Pihak
yang yang paling memperoleh manfaat dari program ini adalah ibu hamil. Ibu
hamil lebih merasa aman saat bersalin, serta meningkatnya pengetahuan tentang
perilaku hidup bersih dan sehat dan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit
menular dan ancaman bencana. Keberhasilan program 2H2 ini juga terlihat dari
penghargaan yang diperoleh dari ajang bergengsi Indonesia Milenium
Development Goals Award (IMA).
PENDAHULUAN
Pemerintah indonesia saat ini
sedang membenah diri dalam mewujudkan pembangunan di Indonesia. Bidang
kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah untuk menurunkan problema
kemiskinan melalui kebijakan peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka
menekan angka kematian. Poin utama sebagai upaya meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan adalah menciptakan persalinan aman bagi ibu hamil.Terjadinya
kematian ibu dan anak bisa disebabkan oleh faktor penyebab langsung dan
penyebab tidak langsung. Adapun faktor penyebab langsung kematian ibu di
Indonesia masih didominasi oleh pendarahan, eklampsia, dan infeksi. Sedangkan
faktor tidak langsung penyebab kematian ibu karena masih banyaknya kasus 3
Terlambat dan 4 Terlalu, yang terkait dengan faktor akses, sosial budaya,
pendidikan, dan ekonomi.
Provinsi NTT telah mencanangkan gerakan
revolusi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dalam rangka menurunkan Angka Kematian
Ibu dan Angka Kematian Anak serta mendukung pencapaian target Millenium
Development Goals (MDGs). Meskipun demikian, pelaksanaan di level permasalahan
kabupaten dan kota bervariasi, tergantung kondisi wilayah dan kemampuan daerah.
Di Kabupaten Flores Timur, gerakan revolusi KIA belum maksimal karena terhambat
rendahnya jangkauan akses masyarakat terhadap sarana dan tenaga kesehatan.
Terdapat banyak faktor yang menjadi penyebab kematian ibu dan anak pada saat
melahirkan di Kabupaten Flores Timur, di antaranya faktor aksesbilitas menuju
sarana kesehatan, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan masih rendah.
Berdasarkan
data Kabupaten Flores Timur, angka kematian ibu tahun 2009 sebesar 316 per
100.000 kelahiran hidup dan tahun 2008 sebesar 317 per 100.000 kelahiran hidup.
Angka ini masih tergolong tinggi dari target nasional sebesar 150 per 100.000
kelahiran hidup. Tidak hanya itu, angka kematian bayi di Kabupaten Flores Timur
pada tahun 2009 juga mengalami peningkatan menjadi 16,9 per 1.000 Kelahiran
Hidup dari 14,15 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2008. Angka ini masih di
bawah standar nasional yaitu 40 per 1.000 kelahiran hidup. Maka dari itu,
Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Kesehatan, dr. Yosep Usen Aman,
melaksanakan gerakan revolusi KIA yang dilaksanakan pada Bulan Oktober melalui
Gerakan Keselamatan Ibu - 2H2 Ibu Selamat Bayi Selamat.
METODE
PENULISAN
Metode
yang di gunakan penulis yaitu browsing internet, melalui situs website
kabupaten flores timur.
PEMBAHASAN
Pelaksanaan Gerakan 2H2 dimulai
pada bulan Oktober tahun 2010. Perencanaannya sudah dimulai pada Bulan Maret
2010 dengan langkah awal revolusi KIA yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Flores Timur. Konsep revolusi KIA adalah gerakan moral dan teknis
dalam rangka mengajak seluruh pihak, baik di sarana pelayanan kesehatan
pemerintah maupun swasta, masyarakat umum serta tokoh agama untuk peduli pada
ibu hamil, terutama pada masa-masa kritis guna mencapai tujuan bersama yaitu
ibu selamat bayi selamat. Gerakan 2H2 bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian
Ibu dan Angka Kematian Anak di Kabupaten Flores Timur. Upaya yang ditempuh
adalah meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas
kesehatan yang memadai dengan cara melakukan monitoring secara ketat terhadap
perkembangan ibu hamil yang akan melahirkan dengan melakukan pendampingan
sampai ibu melahirkan.
Upaya ini sebagai solusi masalah
3 Terlambat, terlambatnya keputusan di rumah, terlambat proses menuju sarana
pelayanan dan terlambat pertolongan di sarana kesehatan. Melalui monitoring
perkembangan bayi baru lahir, untuk dilakukan pendampingan dan membantu ibu
dalam perawatan dan penanganan bayi yang bermasalah kesehatan, serta adanya
peningkatan persalinan di fasilitas kesehatan yang memadai (RSUD dan Puskesmas
PONED). Masalah 3 Terlambat di atas melatarbelakangi lahirnya konsep gerakan
moral yaitu Gerakan 2H2 yang dinisiasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Flores Timur, dr. Yosep Usen Aman. Selain itu, terdapat pertimbangan lain yang
melatarbelakangi Gerakan 2H2. Pertama, sebagai bentuk perwujudan
revolusi KIA yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTT. Kedua, tingginya
Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Anak. Ketiga, sulitnya jangkauan
akses masyarakat, khususnya ibu hamil, di Kabupaten Flores Timur untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, untuk mengatasi berbagai
permasalahan tersebut diterapkan Gerakan 2H2.
Program Gerakan 2H2 berupaya
mendorong kewaspadaan terhadap ibu hamil dengan melakukan monitoring ketat. Oleh
sebab itu, untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut diterapkan Gerakan
2H2. Program Gerakan 2H2 berupaya mendorong kewaspadaan terhadap ibu hamil
dengan melakukan monitoring ketat melalui SMS pada masa rentan, yaitu 2 hari
sebelum perkiraan persalinan dan 2 hari sesudah ibu bersalin. Pelaksanaan
Gerakan 2H2 diawali dengan langkah-langkah persiapan. Pertama, mengidentifikasi
kondisi masyarakat penerima pelayanan melalui pendataan ibu hamil dan tempat
tinggalnya, orang-orang yang berpengaruh terhadap ibu hamil (ibu hamil, suami,
dan keluarga) untuk menentukan fasilitas kesehatan untuk bersalin, dan menilai
kemampuan ekonomi keluarga supaya dapat membawa ibu hamil ke fasilitas
kesehatan yang memadai. Kedua, mengidentifikasi institusi pemberi
pelayanan, seperti fasilitas kesehatan yang mempunyai kemampuan memberikan
pelayanan memadai. Fasilitas kesehatan harus bersedia mengantarkan ibu yang
telah melahirkan kembali ke rumahnya dan memberikan pelayanan ibu pasca
persalinan di rumahnya. Ketiga, menyusun perencanaan pelaksanaan
kegiatan melalui tahap sosialisasi konsep Gerakan 2H2, pengorganisasian,
pelaksanaan kegiatan teknis dan non teknis, melakukan monitoring di lingkungan
internal petugas kesehatan (Dinkes, rumah sakit, Puskesmas) dan lintas sektor
(BPMD, Kecamatan, tokoh agama, Desa/Kelurahan Siaga) serta pemantauan.
Selanjutnya, dilakukan sosialisasi yang
melibatkan peran masyarakat Desa Siaga melalui SMD dan MMD. Di samping itu,
mendorong komitmen semua unsur terkait dan dipastikan memiliki hand phone.
Berikutnya, membuka hot line 24 jam pada nomor 082114579106. Dengan
demikian, 70% desa dari 209 desa dan 90% dari 18 buah Puskesmas yang ada harus
terjangkau sinyal alat komunikasi serta memenuhi kebutuhan 2H2 Center .
Implementasi Gerakan 2H2 strategis karena sejalan
dengan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur No. 42 Tahun 2009, Bab I, Pasal
1, ayat 4, bahwa “upaya yang sungguh-sungguh untuk percepatan penurunan
kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir dengan cara-cara yang luar biasa”.
Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan Gerakan 2H2, pemerintah setempat mendapat
dukungan dari Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Kesehatan Ibu dan
Bayi Baru Lahir (AIPMNH). Dalam Buletin Kemitraan AIPMNH Edisi Mei 2012, Joria
Parmin (Kepala 2H2 Center) mengatakan bahwa, seluruh masyarakat mendukung penuh
program
ini.
Dukungan
AIPMNH berupa bantuan yang diberikan kepada tenaga kesehatan dalam jejaring
2H2, mulai dari desa, Puskesmas sampai rumah sakit. Dukungan AIPMNH tersebut
merupakan konsolidasi gagasan di tingkat jajaran Pemda Kabupaten Flores Timur,
Pemprov NTT. Dari jajaran konsolidasi yang ada, tidak ada hambatan dan tantangan.
Namun demikian, dalam mensosialisasikan Gerakan 2H2 diperlukan kerja keras
supaya masyarakat peduli membantu sesama. Untuk itu, pemerintah melakukan
pendekatan persuasif kepada masyarakat dan mengajak seluruh pihak seperti tokoh
agama dan pihak swasta untuk ikut mensukseskan Gerakan 2H2.
ARGUMEN
Kebijakan yang canangkan oleh dinas kesehatan
kabupaten flores timur ini merupakan langkah yang baik dalam menekan angka
kematian ibu dan anak di kabupaten flores timur. Program
2H2 di Kabupaten Flores Timur sangat berpeluang untuk direplikasi di daerah
lain dengan memperhatikan kondisi setempat. Pasalnya, hampir semua daerah
khususnya daerah terpencil memiliki permasalahan yang sama yaitu sulitnya
mengakses fasilitas kesehatan. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Flores
Timur, Yosep Usen Aman kepada wartawan di Larantuka, mengatakan, program ini
menjadi salah satu program cerdas yang sebelumnya juga telah diadopsi oleh PNPM
yang dibiayai Bank Dunia dan Distric Help Service (DHS) yang dibiayai
oleh ADB.
Dalam
pelaksanaan Gerakan 2H2 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi adalah ketersediaan
jaringan komunikasi karena pemantauan dilakukan melalui pengiriman pesan
singkat (SMS) kepada Bidan Koordinator, Camat dan Kepala PuskesmasDalam
pelaksanaan Gerakan 2H2 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi adalah ketersediaan
jaringan komunikasi karena pemantauan dilakukan melalui pengiriman pesan
singkat (SMS) kepada Bidan Koordinator, Camat dan Kepala Puskesmas. Selain itu,
juga tersedia tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Sementara itu, kelompok
pendukung juga memegang peranan vital, mengingat basis Gerakan 2H2 adalah
masyarakat. Keberadaan kelompok pendukung seperti pemerintah desa, tokoh agama,
tokoh masyarakat, dan LSM sangat membantu keberlanjutan program. Selain itu,
keberadaan lembaga internasional seperti AIPMNH cukup penting, sebagai pihak
yang dapat memfasilitasi program 2H2. Lembaga tersebut dapat dijadikan salah
satu sumber pendanaan.
Supaya Gerakan
2H2 berkelanjutan, dibutuhkan partisipasi dari berbagai pihak terutama
pemerintah dan masyarakat. Jika melihat dari sisi biaya, tidak dibutuhkan dana
besar sehingga Gerakan 2H2 sangat mungkin untuk direplikasi. Meskipun demikian,
bukan berarti tanpa tantangan. Penyelenggaraan Gerakan 2H2 menghadapi tantangan
aksesbilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Seperti belum optimalnya
pemerataan pelayanan kesehatan karena kekurangan SDM yang kompeten sehingga
perlu kegiatan pelatihan dalam pemberdayaan masyarakat dan legitimasi dari
pemerintah. Kegiatan pelatihan dan legitimasi Pemerintah pada tahun 2011
membuat Kabupaten Flores Timur mampu meraih penghargaan MDGs.
SIMPULAN
Program
2H2 (2hari sebelum perkiraan persalinan dan 2 hari sesudah ibu bersalin)
merupakan suatu progamm kesehatan yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan
kabupaten flores timur. Program ini juga merupakan program yang dijabarkan dari Refolusi KIA yang di keluarkan oleh pemerintah propinsi NTT.Dari Gerakan 2H2
di Kabupaten Flores Timur ini dapat ditarik beberapa nilai yaitu dengan adanya
program 2H2 dapat menumbuhkan komitmen masyarakat untuk menyelamatkan nyawa ibu
hamil dan bayi baru lahir, mempererat hubungan solidaritas semua pihak yang
terlibat didalamnya,dapat menjalin kerja sama yang baik antara pihak pemerintah
maupun pihak swasta.
Dari nilai-nilai yang dibangun inilah program
ini dapat berhasil. Terbukti Di tahun 2009, terdapat 14 kasus kematian ibu
melahirkan. Angka itu mengalami penurunan signifikan dua tahun setelah adanya
2H2 Center yakni 10 kasus di tahun 2010 dan 6 kasus di tahun 2011. Selain itu
Kegiatan pelatihan dan legitimasi Pemerintah pada tahun 2011 membuat Kabupaten
Flores Timur mampu meraih penghargaan MDGs.
REFERENSI
Pofil Dinas Kesehatan Flores Timur Tahun 2009.
http://psflibrary.org/catalog/repository/Indonesia%207th%20Edition%20Generasi%20Newsletter.pdf
http://timorexpress.com/index.php/index.php?act=news&nid=44962,
http://silverius-koten.blogspot.com/,
http://igi.fisipol.ugm.ac.id
gerakan keselamatan ibu flores timur
Tidak ada komentar:
Posting Komentar